
22 April 2018
Selamat pagi…
Salam damai sejahtera dari Kristus Yesus bagi kita semua… Bagaimana kabar Anda semua? Saya percaya semua sangat baik. Kami mengasihi Anda. Oleh sebab itu kami selalu menyajikan Yesus kepada Anda. Mari kita sambut kedatangan para tamu dari Malaysia yang sedang berliburan di Medan. Mereka tidak lupa untuk beribadah bersama para orang kudus yang berada 339 km jauhnya dari Kuala Lumpur. Ada Ibu Penny, Ibu Fiona dan anaknya Michaela, juga Ibu Ah Fa. Terima kasih untuk kehadiran saudari-saudari kita ini di Agape Grace Fellowship. Saya berdoa Anda semua akan menikmati liburan yang penuh berkat. Mungkin untuk beberapa orang, minggu-minggu ini merupakan minggu yang rada sulit tanpa liburan, tetapi ini tak berarti Bapa di Surga lebih mengasihi saudara-saudari yang ada di sebelah daripada kalian. Saya percaya dalam situasi apapun yang sedang Anda hadapi, Tuhan akan memanfaatkan situasi tersebut untuk menguatkanmu. Anda akan menjadi lebih kuat, lebih bijaksana, lebih sehat, dan lebih diberkati dari yang sebelumnya. Mungkin engkau sudah terlanjur berbuat kesalahan fatal atau sedang menghadapi kondisi yang buruk dalam kehidupanmu, tetapi yakinlah bahwa Tuhan sudah membuka Pintu-Nya bagimu agar kamu dapat datang pada-Nya. Pintu itu tidak terbuat dari kayu ataupun baja. Pintu itu adalah satu Pribadi. Pintu itu mempunyai Nama. Nama-Nya Yesus Kristus. Dalam Kisah Para Rasul 4:12 dikatakan bahwa tidak ada nama lain di bawah kolong langit ini yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan – satu-satunya Nama yang dapat membebaskan penderitaanmu, dan satu-satunya Nama yang dapat membuatmu utuh lagi di hadapan Tuhan Mahabesar; diberkati luar dalam, makmur dalam segala hal, dikasihi selama-lamanya di dalam Keluarga Allah. Ya, satu-satunya Nama yang memberikan jaminan akan janji-janji Allah bagi yang percaya! Kehidupanmu akan dijaga tanpa syarat apapun, hanya karena begitu besar kasih Allah padamu, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya kamu yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16) Orang lain di luar sana bisa saja mengatakan, “Tidak ada Tuhan! Yesus bukan Anak Allah! Yesus hanyalah seorang guru! Yesus itu bukan dari suku Tionghoa lah, atau Dia bukan suku Batak bah!” Tetapi dalam hatimu, kamu tahu bahwa kamu membutuhkan seseorang yang dapat melepaskan segala bebanmu. Kamu tahu bahwa kamu memerlukan Yesus sebagai Juruselamat dalam segala aspek kehidupanmu, tak peduli pernyataan negatif apapun yang dilontarkan oleh orang lain tentang Yesus. Sekali lagi, saranku adalah agar kamu hanya percaya saja dan mulailah memandang pada Yesus yang sudah ada di dalammu, bukan memandang pada persoalan-persoalanmu. Terlalu banyak orang memandang pada satu masalah kecil yang ada pada mereka, sehingga pada akhirnya mereka cenderung menemukan lebih banyak lagi kelemahan-kelemahan mereka. Saya percaya kamu tak mau menjadi seperti orang-orang tersebut. Saya juga mengerti bahwa banyak dari kita sedang menghadapi masalah yang lebih besar; mungkin masalah hidup dan mati ataupun masalah karena terlalu diberkati. Mungkin saja saat ini uang sedang lancar-lancarnya mendatangi kantongmu, tetapi kamu tidak tahu bagaimana atau kemana uang itu harus mengalir. Itu juga suatu masalah, bukan? Saya tahu apa yang mau kamu katakan, “Aiya… Hanya Yesus… hanya Yesus… Yesus lagi… Yesus lagi… Lebih mudah mengatakannya daripada dilakukan.” Tetapi hei, mari kita belajar melihat kehidupan kita dari sudut pandang Allah Bapa. Saya akan memberikan sebuah ilustrasi koin. Satu koin memiliki dua sisi. Jika koin mempunyai lebih dari dua sisi, maka itu bukan koin. Kita umpamakan koin mata uang 1000 rupiah ini. Kita adalah koin ini. Satu sisi (Katakanlah Sisi A) menggambarkan bagaimana kita melihat pada diri kita sendiri, dan sisi yang lain (Sisi B) menggambarkan bagaimana seseorang menilai kita. Mungkin dari sisi kita (Sisi A), kita menilai diri kita tidak layak, bodoh, penuh dosa, atau mungkin kita berpikir kita terlalu sombong; tetapi di sisi yang satunya lagi (Sisi B), mungkin teman-teman kita, anggota keluarga kita, ataupun orang yang tak kita kenal bisa mengatakan yang lebih buruk atau bisa jadi mengatakan sesuatu yang jauh lebih baik. Beberapa orang mungkin akan menilai kita dengan buruknya, dan ada yang juga akan menghargai kita. Banyak orang akan menghantam kita dengan kutuk-kutukan seperti “Kamu bodoh, tak berguna, tak ada yang suka sama kamu!” tetapi sedikit yang akan mengatakan mereka mengasihi kita. Kita akan mudah sekali terpengaruh oleh perkataan-perkataan tersebut. Kita selalu memperhatikan pendapat kita sendiri atau perkataan orang lain tentang kita, tetapi sama sekali tidak ada ruang untuk Tuhan. Jikalau mungkin, hari ini saya mau semua perkataan keluargamu atau teman-temanmu tentang dirimu dipindahkan ke sisi pandanganmu. Pindahkan semua yang ada di Sisi B ke Sisi A, sehingga kamu bisa menyediakan Sisi B yang sudah kosong ini buat Yesus dan mulailah melihat kehidupanmu dari sisi ini. Belajarlah memandang dari sudut pandang Allah Bapa mengenaimu di dalam Kristus mulai saat ini. Tetapi ini adalah pilihan. Tuhan tidak akan memaksa kamu. Dia bahkan tidak marah lagi padamu, tak peduli sudut pandang mana yang kamu lihat atau percayai. Ketika Dia sudah menyelesaikan masalah-Nya dengan Yesus di atas Kayu Salib (sekitar 2000-an tahun yang lalu) oleh karena pelanggaran kita, sejak dari itu Dia mulai mencari kamu melalui Yesus. Dia mau kamu ketahui bahwa semuanya sudah selesai. Tuhan tidak marah lagi padamu. Yang tertinggal di dalam Dia hanyalah kasih-Nya yang tanpa syarat padamu. Apapun bentuk wajahmu saat ini (petak, bulat, lonjong, ataupun persegi panjang), Dia akan selalu bersamamu dengan penuh kasih. Dia ingin kamu melihat pada hidupmu di dalam Kristus Yesus dari sudut pandang-Nya. Nah, jika Allah Bapa sendiri harus melihat kamu melalui Yesus, mengapa kamu masih melakukan yang sebaliknya? Kamu tahu bagaimana Tuhan melihat kamu di dalam Kristus? Sempurna! Ya, saya katakan padamu… Dari sudut pandang-Nya, dari atas kepalamu sampai pada dasar kakimu, di dalam Kristus Yesus, kamu adalah sempurna adanya. Di pertengahan mungkin ada kelebihan lemak di sana-sini, tetapi Allah Bapa melihatmu sempurna di dalam Yesus. Biar saya jelaskan, kesempurnaan itu tidak dilihat dari sudut pandang kita. Kesempurnaan harus dilihat dari pandangan Tuhan, karena Dia adalah yang Sempurna. Kita tidak sempurna – tidak pernah sempurna. Kamu tahu, satu vas bunga yang pecah tetap adalah sebuah vas bunga yang sudah pecah. Kalaupun kamu dapat melekatkan semua pecahan itu utuh adanya, tetap saja itu adalah vas bunga yang sudah retak. Kesempurnaan adalah kesempurnaan. Ketidaksempurnaan adalah ketidaksempurnaan. Ini adalah dua kondisi yang berbeda. Jika kesempurnaan dapat menjadi tidak sempurna, maka itu berarti tidak dapat dikatakan sempurna dari mulanya. Kamu yang tidak sempurna tidak dapat menjadi sempurna dan Allah yang sempurna itu tidak dapat menjadi tidak sempurna. Jika Tuhan dapat menjadi tidak sempurna, maka itu berarti Dia dari awalnya tidaklah sempurna. Seperti yang tercatat di Alkitab bahwa, “Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.” (Lukas 6:43, Matius 7:17-18) Jadi, kamu itu adalah makhluk sempurna atau bukan sama sekali! Kamu tidak dapat berubah dari satu kondisi kepada kondisi lainnya dengan melakukan apapun atau dengan memperbaiki dirimu sendiri. Kamu tidak dapat mengerjakan sesuatu di dalam ketidaksempurnaanmu untuk mencapai kesempurnaan. Hal ini yang disalahmengertikan oleh agama-agama lain. Saya pernah menonton salah satu pengajaran Buddhist beberapa minggu yang lalu. Dia mengajarkan pada orang untuk menambahkan kebaikan pada kehidupan atau perbuatan jahat mereka. Dia berkata bahwa perbuatan baik itu seperti air murni. Tetapi kemudian orang-orang menaruh garam ke dalam air tersebut. Garam disebutkan sebagai perbuatan jahat. Jadi air itu sekarang telah tercampur dengan garam maka dari itu telah menjadi asin. Tak ada lagi yang bisa mereka lakukan. Satu-satunya jalan untuk membuat air itu menjadi tidak terlalu asin adalah dengan hanya menambahkan lebih banyak lagi air. Jadi dia mengajarkan bahwa mereka perlu menambahkan kebajikan untuk mengurangi pengaruh keburukan. Dengan jalan itu, mereka akan menjadi bahagia dalam kehidupan. Tentu saja, ketika kita melihat hal ini dari sudut pandang manusia, hal ini sangat menghibur jiwa kita. Tak ada yang salah dengan melakukan banyak perbuatan baik untuk ‘mengurangi’ perbuatan jahat. Saya mendorong Anda sekalian untuk melakukan banyak kebajikan. Tetapi, garam adalah garam adanya. Garam itu telah mencemari air itu, tak peduli berapa banyak air yang ingin Anda tambahkan. Air itu sudah dianggap air asin. Apakah yang harus kita lakukan? Ya, ganti air itu dengan air yang baru! Kita perlu mendapatkan air segar yang baru. Dosa itu seperti garam itu. Kita semua telah berdosa. Kehidupan kita sudah rusak bahkan sebelum kita dilahirkan. Dari sisi kita, tak ada lagi yang bisa kita lakukan. Tapi dari sisi Tuhan Allah, Dia dapat memberikan Hidup yang baru – yaitu Hidup-Nya sendiri – dengan satu pengorbanan. Jadi, bukan dengan menambahkan lebih banyak perbuatan baik untuk membuat hidupmu kelihatan bagus. Ketika Alkitab mengatakan bahwa kamu sedang disempurnakan, itu berarti kamu sudah sempurna dari sejak kamu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatmu dan sekarang sedang dilatih, dididik, dan dipersiapkan BERDASARKAN kesempurnaanmu di dalam Kristus oleh Roh Kudus. Kamu sudah memiliki roh yang baru sekarang. Dari sudut pandang Tuhan, kamu tidak sedang dilatih dari ketidaksempurnaan untuk menjadi sempurna, tetapi kamu dilatih atau dipersiapkan dari Kesempurnaan-Nya di dalammu untuk menjadi lebih baik. Jadi, kesempurnaanmu di dalam Kristus itu sebenarnya adalah Hadiah. Yang ini tidak dapat kamu usahakan. Hal ini seperti kamu dicelupkan ke dalam kesempurnaan Yesus. Saya akan memberikan satu lagi ilustrasi. Katakanlah kamu mau menyediakan sup kentang yang lezat. Maka kamu memerlukan beberapa bahan dan bumbu. Mungkin kamu mau menyiapkan daging ayam atau sapi atau kuda, kacang tanah, wortel, kentang, dan segala bumbu yang paling baik di dunia untuk kemudian dimasukkan ke dalam air yang mendidih. Kemudian dengan perlahan kamu mengatur tingkat pengapian untuk memasak semuanya menjadi sup yang lezat. Nah, api yang di sini bukan tentang penghakiman ya? Ingat itu. Jadi, tingkatan panas itu tergantung selera, waktu ataupun resep sup. Intinya adalah ada proses pematangan atau penyempurnaan sup itu. Semua bahan mentah dan bumbu itu tak dapat dimakan sebelum dimasak, meskipun semuanya adalah bahan-bahan terpilih. Jika kamu tidak memasukkan mereka bersamaan ke dalam panci yang berisi air tersebut, mereka hanyalah kentang biasa, wortel biasa, daging biasa, bawang biasa yang mentah. Demikian halnya Allah Bapa mau mempersiapkan kita. Dia telah memilih kita sebelum dunia dijadikan. Kita adalah bahan-bahan mentah pilihan. Dia hendak mempersiapkan kita untuk menjadi yang terbaik di dalam Yesus. Kita dipanggil untuk melengkapi Resep Kehidupan-Nya. Seharusnya kita bersedia mencelupkan diri kita ke dalam Air Hidup-Nya supaya pada saatnya nanti, kita akan menjadi bagian dari sup kekekalan yang sempurna di dalam Yesus Kristus. Apakah kamu benar-benar mau menjadi yang terpanggil – dalam hal mengambil bagian di dalam Kerajaan Tuhan?
Hari ini saya mau mengupas sedikit dari Buku Ester untuk Anda semua, agar supaya kita dapat melihat bagaimana pentingnya untuk bertumbuh di dalam Kristus Yesus. Pertumbuhan tidak hanya berarti masalah ukuran, ya? Pertumbuhan di dalam Kristus berarti kita mau masuk ke dalam Tujuan Ilahi – sejalan dengan rancangan Tuhan. Artinya seperti dari wortel biasa kepada satu bagian yang indah dari sup tadi. Cerita dari Ester memberikan gambaran pada kita tentang mengapa Tuhan memanggil kita. Tak ada satu kata ‘Tuhan’ atau nama lain dari Tuhan yang tertulis di Buku Ester. Tetapi ini bukan berarti buku tersebut sesat. Kita dapat melihat Yesus dari buku ini. Ester atau Hadasah (Hadasah artinya ‘Mempelai’) adalah seorang yatim piatu Yahudi yang dibesarkan oleh Mordekai di masa pemerintahan Ahasyweros tahun 486-465 SM yaitu Raja Xerxes. Ketika sang raja ditolak oleh ratunya sendiri yang bernama Vashti, maka para abdi kerajaan segera mencari para perawan bagi sang raja. Mereka meminta raja mengeluarkan titah untuk membawa para gadis cantik kepada raja. Ester juga dibawa karena kecantikannya. Kemudian dia terpilih untuk dibawa ke istana raja. Dia mendapat kasih sayang dari sida-sida raja karena tidak menginginkan apapun dari raja dan segera diberikan perawatan kecantikan dan makanan yang terpisah atau spesial. Dia tidak lagi dalam pengawasan hukum Yahudi. Tak ada yang tahu tentang kebangsaan Ester. Dia harus menyelesaikan 12 bulan penuh perawatan kecantikan. Dia diberikan minyak mur dan pewangi dan segala macam perawatan. Ketika tiba gilirannya untuk menghadap istana, semua terpesona melihat dia. Bahkan sang raja sangat senang dengan dia. Dia mendapat kasih sayang raja lebih dari semua perawan yang ada. Raja Xerxes memahkotainya dengan mahkota ratu menggantikan Vashti. Satu hari, Mordekai mengetahui rencana jahat dua pengawal yang ingin menghabisi sang raja. Jadi dia memberitahukan hal ini kepada Ratu Esther dan akhirnya kedua pengawal itu dihukum mati. Kemudian, ada Haman yang diberikan kursi kehormatan oleh Raja Xerxes di antara para bangsawan. Setiap pegawai raja berlutut dan sujud kepada Haman kecuali Mordekai. Dia menolak hal itu tetapi dia beritahu pegawai istana bahwa dia adalah Yahudi. Kelakuan Mordekai mungkin disebabkan oleh keturunan Haman. Haman adalah seorang keturunan Agag. Raja Agag adalah rajanya orang Amalek, musuh bebuyutan Yahudi yang mengakibatkan kekalahan Raja Saul, leluhurnya Mordekai. Jadi, kemudian Haman berhasil menyakinkan Raja Xerxes untuk mengeluarkan titah untuk membinasakan semua bangsa Yahudi. Hal ini membuat Mordekai sangat sedih saat membaca titah tersebut yang dikeluarkan oleh raja. Mordekai meminta bantuan Ratu Ester. Kemudian, jika kamu membaca Alkitab, dia akhirnya setuju untuk menolong dengan membahayakan identitasnya sendiri. Ya, bahkan sampai saat ini bahkan sang raja masih tidak mengetahui identitasnya. Setelah itu, singkat cerita, sang raja mengabulkan permintaan Ratu Ester untuk mengeksekusi Haman. Sang raja bahkan tak mempertanyakan kebangsaan Ester. Sesudah itu Haman dihukum mati atas permintaan Ratu Ester kepada raja. Dia digantung di atas tiang yang memang sudah dia sediakan untuk menggantung Mordekai sebelumnya. Anda perlu untuk membaca kembali Buku Ester ini, oke? Dan kemudian Ratu Ester meminta perkenanan lain untuk menghentikan pembunuhan bangsa Yahudi, tetapi raja tak dapat melakukannya karena titahnya sudah dikeluarkan. Jadi, sebagai gantinya, sang raja menyuruh Ratu Ester untuk mengeluarkan titah lain atas nama raja untuk menandingi titah yang sudah dikeluarkan sebelumnya. Kemudian akhirnya bangsa Yahudi memiliki kesempatan untuk bela diri dan balas dendam. Ratu Ester telah mengubah derita bangsa Yahudi menjadi sukacita akhirnya. Ini adalah cerita yang indah, tentunya bukan tentang pembunuhan dan pembalasan, tetapi tentang panggilan Kristus. Pemerintahan Persia adalah kerajaan asing bagi Israel. Saya ingin mengaitkan raja ini dengan Yesus yang sebenarnya bukan berasal dari dunia ini. Dalam beberapa tulisan kuno di luar Alkitab, para sarjana menemukan bahwa Raja Xerxes juga menganggap dirinya sebagai raja di atas segala raja. Jadi saya percaya Tuhan sedang menggunakan kisah ini untuk memberitahukan padamu bahwa Yesus juga sedang mencari mempelainya – ratu-Nya. Kita adalah Ester, sang mempelai. Seperti halnya Ester, kita juga sedang dipersiapkan oleh Roh Kudus untuk datang pada Tuhan Yesus. Proses perawatan kecantikan pada zaman Ester, saya percaya, tidaklah mudah. Dia harus melepaskan seluruh pakaiannya. Itulah bagaimana jadinya jika Anda ingin diberi wangi-wangian. Siapa yang sudah pernah melakukan perawatan kecantikan seperti pijatan atau perawatan wajah dan sejenisnya? Mereka akan meminta Anda untuk melepaskan segala yang ada di tubuhmu, bukan? Artinya kamu harus melepaskan semua masa lalumu dan bersedia dipersiapkan setiap saat dengan jalan yang baru. Ratu Ester harus berurusan dengan perawatan tubuh selama 365 hari sebelum dia dapat dipanggil. Ini artinya butuh waktu untuk melatih kamu sesuai standar-Nya. Tuhan Yesus ingin Anda siap sedia dan Roh Kudus akan lebih dari senang untuk mempercantik dirimu setiap hari. Saat kamu telah dipilih oleh Tuhan, itu artinya kamu telah dianggap sempurna. Raja Xerxes tidak hanya mencari perawan-perawan Persia tertentu. Bapak/Ibu, Tuhan mengasihi semua orang. Dia telah menyelesaikan segalanya dari sisi hukum di Kayu Salib seperti Raja Xerxes yang meminta para orang bijaknya mengenai cara menggantikan Ratu Vashti sesuai hukum yang berlaku. (Ester 1:13) Anda semua adalah cantik adanya. Anda adalah yang terpilih. Untuk dipanggil, pertama kamu perlu mengijinkan dirimu dipersiapkan setiap hari oleh Roh Kudus sebelum diperhadapkan pada Yesus Kristus. Menumbuhkanmu adalah urusan Tuhan. Mempersiapkanmu adalah daftar pekerjaan-Nya. Tuhan akan membubuhi minyak urapan-Nya atas kamu selama yang diperlukan untuk mewangikanmu seperti yang mereka lakukan pada Ester. Tuhan telah menimpakan Anugerah-Nya padamu. Sehingga, pada akhirnya, Dia dapat memahkotai kamu. Apakah hasil dari perawatan kecantikan Ester? Saya pikir kalau kamu ada di sana saat itu, kamu dapat mencium bau wangi dari tubuhnya dalam jarak 2 kilometer. Aromanya memikat semua orang. Dengan kata lain, bagi raja, Ester itu sempurna adanya. Bukan karena dia tidak mempunyai tahi lalat atau tanda lahir lainnya lagi, tetapi itu karena raja sudah memilih dan memanggilnya. Dia menjadi pusat perhatian, dan semua orang akan memuji Raja Xerxes oleh karena Ester. Mungkin dia masih dapat merasa takut pada waktu tertentu – takut melakukan kesalahan-kesalahan saat dia melangkah pertama kalinya masuk ke pelataran raja, tetapi sesungguhnya dia telah dipanggil. Tak ada kata balik lagi. Demikian juga dengan kamu. Begitulah Tuhan sudah menilai kamu sempurna. Engkau sudah mendapatkan kasih karunia-Nya. Engkau akan menarik orang banyak di luar sana kepada Yesus. Mereka akan mengenal Tuhan Yesus melalui kamu. Saya percaya banyak perawan yang lebih cantik dari Ester, tetapi mereka tidak dipilih. Engkau adalah mempelai-Nya sekarang. Sebagai mempelai-Nya, kamu dapat meminta apa saja dalam nama Yesus dan semua akan diperbuat bagimu. (Yohanes 14:14) Kamu akan dapat membalikkan setiap kutuk dan penyakit demi nama Yesus dan menjadikan hari perkabungan menjadi hari gembira. Kamu dapat menjadi berkat bagi semua orang. Kamu dapat mengubah hidup banyak orang dari dukacita menjadi sukacita seperti yang dilakukan oleh Ester. (Ester 9:22) Kamu akan memberi dampak bagi kehidupan mereka. Mereka akan melihat Surga di dalammu. Apakah kamu percaya? Tuhan menempatkan Ester sebagai ratu pada waktu dan tempat yang benar. Seandainya dia lari dari panggilannya, dia tidak akan dapat menolong saudara-saudarinya sesama Yahudi dari pembantaian. Sekarang kamu lihat betapa pentingnya untuk melangkah ke dalam panggilan Tuhan. Saya akan membagikan kisah seorang anak muda yang bernama John Egglen yang tak pernah berkhotbah selama hidupnya. Dia adalah satu dari beberapa pengerja di Gereja Methodist di Inggris. Adalah tahun 1850, Minggu pagi di bulan Januari, badai salju melingkupi kota itu dan Tuan Egglen adalah satu dari 13 orang yang hadir di gereja pada waktu itu. Hamba Tuhan gereja itu sendiri tidak hadir karena badai itu. Jadi, mau tak mau, Tuan Egglen harus berkhotbah karena dia satu-satunya pengerja yang hadir ibadah. Dengan 12 orang lainnya dan satu anak pengunjung berusia 13 tahun dari gereja lain yang ‘terdampar’ di gereja Methodist tersebut, Tuan Egglen hanya berkhotbah selama 10 menit. Di akhir khotbahnya, tiba-tiba dia memandang pada anak tersebut dengan ayat Yesaya 45:22 dan berkata, “Anak muda, pandang pada Yesus! Lihat! Lihat! Lihatlah!” Hanya itu…. Dan kamu tahu siapa anak itu? Dia adalah Charles Haddon Spurgeon, sang raja pengkhotbah. Saya tidak bilang kamu harus berkhotbah pendek seperti Tuan Egglen. Seandainya John Egglen tidak datang ibadah hari itu, kisah Charles Spurgeon mungkin akan berbeda sekarang. Tetapi lihatlah bagaimana Tuhan mengatur segalanya bagi kita. Saya mau bercerita panjang lagi, tetapi saya percaya kamu sudah dapat melihat gambar besarnya sekarang. Kamu tidak memerlukan saya untuk menjadi pengkhotbah kesukaanmu. Kamu bisa menjadi pengkhotbah itu sendiri dan membawa semua orang yang kamu temui kepada Yesus. Arahkanlah pandanganmu kepada Yesus dahulu dan yang lainnya akan ditambahkan padamu. (Matius 6:33)
Terima kasih sudah merayakan Yesus hari ini bersama kami. Saya berdoa kamu akan selalu menikmati hari yang penuh berkat. Ambil waktumu untuk berbicara pada Tuhan. Pintu-Nya telah terbuka. Lebih banyak kamu berhubungan dengan Dia, lebih banyak lagi yang akan kamu ketahui tentang Dia. Kira-kira dua minggu yang lalu, saya sedang mengendarai mobil dan istriku, Kontan, duduk di samping. Anak-anakku ada di belakang. Saya sedang memegang stir ketika Kontan tiba-tiba berkata, “Saya mau membeli seekor keledai!” Tentu saja saya terkejut tetapi tidak mau terganggu karena sedang mengemudi. Tetapi saya berpikir, “Oh Tuhan, apa lagi ini? Seriuskah? Kami bahkan tidak punya tempat buat anak anjing.” Saya tetap memikirkan ini selama beberapa detik lagi mungkin dia akhirnya setuju untuk membeli sebidang tanah di luar kota yang dingin yang sudah lama saya impikan. Kemudian saya mendengar anak saya Chris bertanya padanya, “Keledai apa? Oh yang itu! Mengapa tidak beli kuda saja?” Wah, saya tak tahan lagi, jadi saya memutar kepala ke kiri dan di sana dia… sedang bermain Hay Day di HP-nya. Ku pikir dia sedang berbicara denganku. Puff… hilang sudah tanah impianku! Bapak/Ibu, inilah yang terjadi jika kita tidak memperhatikan orang yang sedang berbicara. Jika kita jarang berhubungan dengan Tuhan, kemungkinan besar kita akan kehilangan hal yang mau Dia utarakan pada kita. Ketika Tuhan sedang berbicara, dan kamu menyibukan diri dengan hal lain, kamu tak akan tahu apakah Dia sedang bicara dengan kamu atau bukan. Katakanlah kamu memang berdoa dan Tuhan menjawab, tetapi kamu gagal fokus. Menurutmu apa yang akan terjadi? Pasti kamu akan menyalahkan Tuhan untuk tak menjawab doamu. Lain waktu kalau kamu mendengar suara mengatakan, “Keledai…,” janganlah seperti saya… salah mengartikan pesan bahkan tanpa memeriksa atau memandang pada sumber suara itu. Hei Anak muda, pandang pada Yesus! Lihat! Lihat! Lihatlah! Haleluyah, engkau adalah Ratu Ester-Nya Tuhan Yesus, maka itu bersiap-siaplah dipanggil oleh Rajamu itu! Ketika sudah waktunya dipanggil, menghadaplah dengan penuh keberanian. Percayakan hidupmu pada-Nya! Selalu pandang Dia. Masuklah ke dalam pelataran-Nya dengan hati yang gembira karena engkau sudah berkenan pada-Nya. Engkau dikasihi oleh Tuhan Yesus. Haleluya! Ketika kamu pulang nanti, silahkan renungkan kembali Kitab Ester ini dan sadari bahwa Tuhan Yesus sudah memanggilmu, oke? Tuhan memberkati Anda sekalian. Shalom!
Dikhotbahkan oleh: Hugo Yongan
